-->

Tim Penggerak PKK Bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Gelar Gerakan Pangan Murah

2025/03/27, 22:00 WIB Last Updated 2025-03-29T04:19:09Z



Newsblessing.com, SULUT
- Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bersama Tim Penggerak PKK (TP PKK) Menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Di Halaman Belakang Kantor Gubernur, Kamis (27/3/2025).


Gerakan Pangan Murah dipelopori oleh Pengurus TP PKK Sulut, yang diketuai Ibu Gubernur Aniek Fitri Wandriani, kegiatan tersebut dalam rangka memenuhi ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan adanya harga pangan murah bagi masyarakat menjelang Hari Raya Besar Keagamaan Idul.


Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Franky Tintingon S.STP M.Si saat ditemui beberapa awak media di ruangan kerjanya menyampaikan kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut dibuka oleh Ibu Gubernur Aniek Fitri Wandriani.


Pada kesempatan itu juga selain menjual pangan murah, Ketua Tim Penggerak PKK Sulut Ibu Aniek turut menyerahkan bingkisan bagi para penyandang disabilitas dan pegawai.


“Kebutuhan pangan murah bagi masyarakat dijual dengan harga murah seperti beras, gula, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, rica, tomat, bawang merah, bawang putih, kue serta berbagai kebutuhan pokok lainya, juga ada Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM), Industri kecil menengah(IKM)hadir di GPM” ujar Franky Tintingon kandidat Doktor kepada media.


Kata Franky dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah, semua kebutuhan pokok dijual dengan harga sangat murah dibawah harga jual dipasaran, baik pasar tradisional dimanado seperti pasar bersehati, maupun pasar riteil moderen seperti Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Fresh Mart,jumbo, golden, semua dijual dibawah harga standar dipasaran


“Harga jual Beras Dua Merpati 5 kg harga dipasaran moderen dan pasar tradisional berkisar 74.500 – dijual hanya dengan harga 45.500

Rica dijual 67 ribu, sementara dipasaran 85-90 ribu perKg


Selain itu pangan seperti Rica, tomat, bawang merah, bawang putih, sudah melewati uji lab dengan membawa mobil lab ke pasar ritel dan pasar tradisional ini dilakukan selama satu bulan dan ternyata hasilnya dari keterangan uji lab bebas dari kandungan pestisida.” Jadi aman, dibawa ambang batas dan layak dikomsumsi masyarakat.” tuturnya. (*/Olvie)

Komentar

Tampilkan

Terkini

ekonomi dan bisnis

+